3 Jenis Manusia di Dunia, Anda mau masuk yang mana?

Ada 3 jenis Manusia di dunia ini, yang pertama adalah orang Bodoh, yang kedua adalah orang Biasa (yang mana adalah kebanyakan dari penghuni dunia ini) dan yang ketiga adalah orang Bijak.

Jenis yang pertama, Orang Bodoh.

Dalam bertindak orang Bodoh seringkali semberono tanpa perhitungan yang matang, sering kali keminiman informasi dan minimnya pengetahuan pribadi juga menjadi biang keladi kondisi ini. Bagi mereka potensi keuntungan adalah segalanya. Bahaya sering mereka abaikan, keuntungan adalah yang utama. Banyak dari mereka yang sukses, tapi jauh lebih banyak pula yang gagal. Sayangnya mereka para yang gagal ini, tidak pernah memamerkan kegagalan mereka pada dunia, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kecil dari mereka yang telah berhasil.

Orang Bodoh yang berhasil ini biasanya seringkali mendapat publikasi yang bagus, dan dalam banyak kesempatan menjelek-jelekkan orang Pintar yang terlalu banyak pertimbangan, hingga  kehilangan kesempatan berharga. Banyak orang Bodoh ini membuat kata-kata emas/jalan kesuksesan/kata-kata revolusioner yang dibungkus dalam motivasi motivasi. Dan pada akhirnya kebanyakan dari mereka menjerumuskan lebih banyak orang kedalam jurang kehidupan yang berbahaya. Karena kesuksesan yang mereka alami tak lebih dari kebetulan belaka, trial n error, dan seringkali merekalah sebagian kecil yang beruntung dari kumpulan mereka yang gagal total. Keberuntungan tidak selalu datang pada orang yang sama bukan?

Sebagian dari mereka memang rajin, tulus, dan baik hati. Sayangnya tindakan mereka seringkali menantang bahaya besar. Kita tidak mau dipimpin oleh orang Bodoh, kita tidak mau masa depan yang indah terjadi karena kebetulan, taruhannya terlalu besar.

 

Jenis yang kedua, Orang Biasa.

Sesungguhnya mereka inilah yang seringkali dianggap orang pintar oleh para orang bodoh, karena pada dasarnya mereka memang jauh lebih pintar dari pada orang bodoh. Mereka biasanya terlalu banyak pertimbangan dan terikat dengan banyak dogma maupun aturan yang kaku. Mereka seringkali adalah manusia-manusia teks books yang terlalu kaku dalam melihat situasi dipandang oleh aturan dan cara berfikir yang mainstream. Mereka sering terlalu banyak pertimbangan dan menyerah sebelum berperang, hanya dengan melihat potensi kesulitan yang mereka fikirkan akan menghadang mereka di kemudian hari.

Seringkali mereka inilah yang bekerja pada orang bodoh yang sukses, sebagai pekerja tentunya, digaji dan mengharapkan fasilitas yang layak dari si bodoh.

Terkadang mereka sangat menikmati mengejek orang yang mengambil resiko, dan lebih bahagia lagi saat melihat orang lain gagal, untuk kemudian merasa menjadi pintar sendiri. Mungkin  inilah salah satu cara mereka untuk mendapatkan ilusi superior di dunia yang biasa biasa saja.

Jika melihat orang berhasil, biasanya mereka akan berusaha untuk mencari kelemahan dari keberhasilan orang lain itu. Atau sebaliknya mereka merasa menyesal karena tidak ikut mengambil tindakan saat kesempatan yang baik datang. Jika akhirnya mereka bertindak karena terinpirasi karena keberhasilan orang lain (orang bodoh dan orang bijak), biasanya momen yang terbaik itu sudah lewat. Merekalah orang – orang yang umumnya kita jumpai tiap hari. Kita juga tidak mau dipimpin oleh orang macam ini.

 

Jenis yang ketiga, Orang Bijak.

Jenis yang terakhir adalah orang Bijak. Dia memang lebih berwawasan daripada orang kebanyakan, memiliki VISI untuk menatap jauh ke masa depan, mampu meramalkan situasi yang akan terjadi dan juga penuh dengan pengetahuan dan informasi terkini, bahkan baik buruknya, untung ruginya, potensi tantangan dan kesempatan yang bakal dihadapi.

Dia juga penuh dengan perhitungan, hanya saja dia tidak mudah menyerah saat melihat potensi kesulitan yang akan menghadang. Justru dia menyadari sepenuhnya resiko yang harus dia ambil. Dia juga tidak iri dengan keberhasilan orang lain. Dia mendengarkan pendapat orang, tapi tidak pernah sekalipun membiarkan orang lain memilih jalan yang akan ditempuhnya. Dia mantap dan tekun dalam bertindak. Dia memilih jalan yang terbaik berdasarkan hasil akhir yang di cita-citakannya, walaupun jalan yang dipilih ini berat dan rumit. Dia memilihnya karena yakin inilah jalan yang terbaik.

Orang Bijak meniti karyanya setapak demi setapak dengan tekun karena tahu akan gambaran kesuksesan yang akan didapatkannya nanti, bahkan walaupun apa yang dilakukannya ini bagi sebagian besar orang adalah hal yang sia-sia belaka. Akan tetapi orang Bijak tetap melangkah pasti, tak bergeming walau harus berhadapan dengan pendapat publik yang berlawanan arah.

Dia tetap melangkah dengan pasti menuju arah yang telah menjadi tujuannya, namun saat ada kesempatan untuk merampungkan karyanya dengan metode yang lebih cepat dan lebih baik, dengan senang hati dia akan memilihnya. Jika akhirnya dia menemui kegagalan, dia tidak menyalahkan orang lain maupun kondisi dan situasi yang terjadi. Tetapi segera mengambil langkah terbaik untuk bangkit dan menyelamatkan situasi. Dia selalu bersyukur setiap saat. Dan melangkah terus sampai Cita-Citanya terwujud. Alangkah indahnya dipimpin oleh orang semacam ini.

So diakhir artikel ini, Anda mau menjadi yang mana?

Salam S-I-C

Wiyanto Sudjono

 

About Wiyanto Sudjono

SIC Integrity Visioner Strategic - Innovation - Creative Integrity Visioner

Posted on July 17, 2014, in Human Resource Management, Innovative Visions and tagged , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. wow…

    ada tools yang bisa bikin kita tau kita masuk golongan mana??
    kalo menurut saya sih saya di golongan ke tiga hehehe

    • Ada koq toolsnya…
      Sebagai gambaran saja, 90 persen dari populasi manusia masuk di golongan tipe2,
      Dari 10 persen sisanya, 90 persen adalah tipe 1 yang mengalami kegagalan.
      Dari 10 persen sisanya adalah yang sukses. 90 persen dari yg sukses mengalami karena keberuntungan (tipe 1 yang sukses) sedang 10 persen dari yang sukses sisanya meraih kesuksesan karena memiliki visi yg jelas, perencanaan yang brilliant dan pelaksanaan yg tepat dan akurat.

      • Misal dari 1.000.000 populasi ,
        900.000 adalah tipe 2,
        90.000 adalah tipe 1 yang mengalami kegagalan,
        9.000 diantaranya adalah tipe 1 yang mengalami kesuksesan,
        1.000 diantaranya adalah tipe 3

  2. sangat istimewa skali artikelnya….
    menambah pengetahuan ane bang…
    mksh byk….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: