Pre-Amptive Strike Strategy dalam Marketing War

Pre-Amptive Strike Strategy adalah strategi perang yang sangat terkenal ampuh dan effective digunakan untuk keluar dari rencana kepungan musuh yang lebih banyak, lebih kuat dan lebih masive. Strategi ini telah terbukti berhasil baik dalam fakta perang enam hari atau yang lebih terkenal dengan “Six Day War”. Six Day War meletus pada 5-10 Juni 1967 adalah salah satu episode terpanas dari serangkaian perang antara Israel vs Negara-Negara Arab (Mesir, Yordania, Irak, Suriah dan pejuang Palestina). Negara-negara Arab yang saat itu memiliki keunggulan Jumlah, Kekuatan Militer, Teknologi Persenjataan, Sumber Daya, dan Support serta Dukungan dari para Pakar Strategi Uni Soviet, sepakat untuk mengepung lalu menggempurnya dari berbagai Front. Perencanaan Perang telah sangat matang akan tetapi…

Israel memenangkan Perang tersebut sejak dari awal hari pertama meletus…dan berakhir di hari ke-enam dengan kekalahan mutlak di pihak negara-negara Arab. Kisah Daud VS Goliath seperti terulang kembali dalam versi ceritera yang berbeda jaman.

Apa kuncinya?

Konsep Pre-Amptive Strike Strategy yang tentunya dieksekusi secara teliti dan rapi oleh Israel.

Apakah Pre-Amptive Strike Strategy itu? kenapa bisa sangat dashyat membalikkan kondisi?

Pre-Amptive Strike Strategy adalah strategy mendahului serangan awal lawan dengan serangan kejut yang dilakukan secara kilat, tiba-tiba,dengan hi-cycle strike yang memiliki tingkat akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi untuk memperoleh serangan yang setara dengan jumlah kekuatan yang banyak. Serangan kejut yang dilakukan secara kilat ini diutamakan untuk menggempur, mematikan atau setidaknya melumpuhkan aset-aset musuh yang bernilai strategic bagi jalannya perang dikemudian hari.

Dari gambaran ini, Israel melakukan serangan kejut pendahuluan untuk melumpuhkan object-object vital musuh yang bernilai strategis seperti radar, gudang persenjataan, suplai amunisi dan ransum perang, base komando, pangkalan tempur utamanya pangkalan udara dan pangkalan tank, serta menghancurkan pesawat-pesawat musuh yang masih ada dilandasan sebelum terbang ke langit. Very Effective Massive Destructive result.

Strategi ini bermaksut mencegah perang berkepanjangan dengan musuh-musuh (yang lebih banyak) yang memiliki kekuatan lebih besar yang sangat diuntungkan dengan perang jangka panjang.

Masuk dalam penerapan di Marketing War

Sangat mungkin apabila perusahaan (brand) anda terkepung oleh banyaknya perusahaan (brand-brand) pesaing di market yang semakin penuh dewasa ini. Bila lini produk atau perusahaan(brand) anda harus bersaing dengan produk-produk pesaing di dalam market yang sejenis, tentunya reaksi yang anda lakukan, baik dengan cara pricing strategy melalui Price War (perang harga) maupun Branding Strategy melalui Image War tentunya membutuhkan finacial power yang besar, tidak sedikit aset dan modal(uang) yang akan mengalir sebagai silih atas posisi dalam pertempuran di market.

Bayangkan saja pesaing anda telah siap dengan produk baru unggulannya untuk mematikan produk anda, dan pesaing anda yang lain juga telah siap dengan produk unggulannya pula untuk mematikan produk anda juga. Begitu pula beberapa produk pesaing anda yang lain. Bagaimana langkah anda dengan kondisi yang semakin terjepit ini?

Pre-Amptive Strategy bisa anda lakukan sebagai reaksi strategis yang tepat di tengah kondisi yang lebih minim atas pesaing yang lebih besar dan banyak.

80% kesuksesan dari strategi ini adalah keakuratan data intelejen. Seperti halnya Israel yang memiliki mossad yang berandil sangat besar dalam kesuksesan kemenangan dalam Six Day War, maka selayaknya perusahaan anda juga harus memiliki data intelejen yang akurat tentang produk baru pesaing yang akan menyerang pasar anda. Jika anda mengerti hal ini tidak perlu dana yang besar untuk mendapatkan data intelejen yang akurat. (hal ini akan dibahas pada artikel lain).

Setelah mendapatkan data intelejen yang akurat, segera pelajari langkah serangan kompetitor, point-point strategic kompetitor, dan tahap-tahap serangan kompetitor. Dengan mempelajari lawan terlebih dahulu, kondisi market dan trend market yang akan terjadi kemudian, barulah susun perencanaan yang counter attack yang matang. Siapkan Pre-Amptive Strike Strategy.

Dalam artikel ini, hanya akan dibahas gambaran generalis saja langkah-langkah taktis yang dapat diambil sebagai bentuk eksekusi praktis dari strategy ini.

  • First Mover Brand, gunakan timming launching yang selangkah mendahului product launching kompetitor. Ciptakan euphoria pada market seolah-olah produk anda adalah product revolusioner. First Mover Advantages ini menyebabkan kompetitor berada pada posisi follower yang tentu saja menyebabkan kompetitor mengalami kerugian image maupun biaya yang sangat besar apabila mau bersaing dalam mind set target market yang telah anda kuasai lebih dahulu. Brand Image Acquisition  membutuhkan biaya yang sangat besar bagi pesaing anda.
  • Serang komunitas-komunitas dan basis pengguna dengan informasi mengenai produk anda yang tentunya lebih unggul & memiliki nilai lebih bagi mereka dari pada produk kompetitor nantinya. Informasi ini tentunya telah diatur terlebih dahulu secara presisi dengan teknik penanaman dan pembentukkan presepsi yang menguntungkan posisi brand anda.
  • Bangun Euphoria market terhadap produk anda lewat Viral Teaser untuk menciptakan image yang briliant, memukau dan tepat sesuai dengan mindset target market. Disaat yang sama, ciptakan kesan yang berlebihan tentang produk kompetitor yang nantinya akan muncul, sehingga market akan over expectation dan under acceptation ketika kompetitor anda muncul pada akhirnya.
  • Bila anda berada di pasar yang peka terhadap harga, atau produk anda nantinya diharapkan untuk maju berkompetisi secara Price War. Langkah dan info Value Product dan Pricing Strategy dari produk kompetitor akan sangat penting anda ketahui secara presisi sedini mungkin. Dahului launching kompetitor, tepat sesaat sebelum kompetitor melaunching produknya. Beri harga yang lebih murah (cukup besar dipresepsi konsumen) dan tentunya dengan value yang tidak berbeda jauh dimata (presepsi) konsumen.
  • etc.

Beberapa contoh diatas adalah gambaran generalis yang hanya bersifat one dimensional untuk memudahkan transfer pemahaman dalam bentuk gambaran yang sederhana dan mudah untuk dicerna. Pada prakteknya nanti didalam penerapan di sebuah industri nyata yang complex, anda akan menjumpai betapa kompleknya penerapan strategy ini. Puluhan hingga ratusan Parameter yang ada, akan sangat banyak mempengaruhi setiap detail strategi yang harus kita buat. Jumlah lini produk kita dan pesaing yang ada di market, product category yang ada beserta Segmentasi Market yang ditarget, Market Share per product, growth, product contribution, margin, margin contribution, Historical Flow, Market Trend, Newest Market Condition dan seterusnya akan sangat mempengaruhi. Percayalah semakin komplek suatu market condition, akan semakin asyik bagi para marketer sejati untuk menyusun strategi ini. Semakin komplek parameter yang ada, akan semakin sempurna Pre-Amptive Strike Strategy ini, tentunya jika dirancang oleh seorang ahli marketing yang handal.

Untuk konsultasi dan tanya jawab mengenai penerapan Strategy ini secara detail pada kondisi yang real, anda dapat menghubungi penulis lewat e-mail: ie_we_yen@yahoo.com

Salam S – I – C  MoVeMent !!!

About Wiyanto Sudjono

SIC Integrity Visioner Strategic - Innovation - Creative Integrity Visioner

Posted on May 18, 2013, in New Wave Strategy and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. Joss strategi….mantab😆

  2. ulasan strategi yg mantabsss…..

  3. mumet
    :-S
    tp suka baca ginian
    makasi buat ug punya blog🙂

  4. keep on blogging mas🙂

  5. Kalo ketemu Konsumen yang tidak mau berbelit-belit, trus doi menjaga image/gengsi nya sedangkan kita melibatkan pihak ketiga,…itu bagai mana gans….karena konsumen tidak memandang harga,…..dia cuma pengen proses cepat….Tq,.

    • Diluar Content dan Context artikel ini sich, tapi saya akan coba bantu jawab,
      Ini kondisi yang sangat khusus, dimana konsumen tidak memandang harga, hanya ingin proses yang cepat.
      Perlakuan dan reaksi yang tepat membutuhkan informasi yang lebih, misalnya sektor bisnis apa? Barang yang melibatkan jasa apa? Dan informasi kondisi yang terjadi, market dan tentunya kondisi konsumen itu sendiri.
      Kondisi konsumen tidak memandang harga adalah kondisi urgent, atau limited supply dimana yang penting proses cepat. Bagaimanapun harga tetaplah jadi pertimbangan, walaupun di tingkat urutan yang keberapa.

  1. Pingback: Pre-emptive Strike Strategy dr Honda di Sport Warfare | Mind Genesis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: